Rabu, 18 April 2018

Workshopku di Maluku

Eits....jauh amat !!?
Tempat kerjaku berada di Mojokerto, kota kecil sebelah barat daya dari Surabaya. Sementara aku setiap hari ke sekolah, karena selain tugas sebagai pendidik, bertemu dengan anak-anak yang memiliki segudang keunikan, membuatku enjoy setiap hari harus bolak-balik ke sekolah.
Di lain sisi, keinginan untuk menambah wawasan, baik itu pengetahuan dan ketrampilan, sangatlah besar. Bagaimana tidak?
Perkembangan teknologi apalagi dunia maya (baca internet) sangat cepat. Sebentar saja, kita berkedip, ternyata di luar sana, aplikasi maupun software dan fasilitas teknologi telah dikembangkan oleh banyak orang. Serasa ketinggalan jaman (baca gaptek - gagap teknologi) jika kita hanya duduk saja menunggu informasi menghampiri kita. Seperti pepatah, tak kan lari gunung dikejar.
Tik tok tik tok.. hubungannya apa ya... :p

Nah, karena hal itulah, aku mencari pelatihan yang online.
ILMU DAPAT, MENGAJAR DAPAT

Dan taram...
Setelah bersemedi ratusan tahun, aku putuskan untuk mengikuti pelatihan di Maluku Belajar.

Hebatnya, belajar dengan Maluku Belajar, banyak manfaat yang bisa aku rasakan:

  1. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ilmu dapat sementara kegiatan mengajar di tempat masing-masing tidak terganggu. Alokasi pelatihan yang cukup lama, minimal satu minggu, tentulah sangat ribet, jika harus dilaksanakan secara offline (tatap muka langsung). Tugas sekolah harus ditinggalkan,  berimbas juga materi yang disampaikan ke siswa juga berkurang. Heheehehe guru tenan niki mas....
  2. Ilmu yang ditularkan juga sangat bermanfaat, terutama untuk menambah wawasan dan kreatifitas dalam mengajar. Karena anak-anak jaman now, butuh atau lebih senang dengan model belajar yang inovatif. Mereka akan tertarik dengan sesuatu yang baru, yang asyik, dan tidak membosankan (baca itu-itu saja) dalam penyampaian materi.
  3. Duduk santai pakai daster sambil nyemil kacang rebus, dibawah teras rumah, terhembus angin sepoi-sepoi, sesekali terlihat di jalan sepeda atau mobil melintas diteriaki sorak-sorai anak-anak kecil berlarian. Nah.....siapa yang tidak ingin suasana seperti itu? Pembelajarannya santai, kapan saja di mana saja.
  4. Para mentornya sabar dan telaten menjawab pertanyaan, keluh-kesah peserta pelatihan, seputar materi yang disampaikan. Dari pengalaman pribadi, forum hampir aktif 24 jam. Ada saja peserta yang bertanya seputar pembuatan blog mereka. Dan segera dijawab oleh para mentor. Hanya satu ganjalanku, yang tampak di telegram adalah foto profile mereka. Apakah aku bisa mengenali mereka jika tiba-tiba bertemu di pasar haahhaaaahaaa......  


Jika pembaca tertarik, maka silahkan berkunjung ke Satu Guru Satu Blog
Masih banyak pelatihan-pelatihan lain yang akan digelar.....


0 komentar:

Posting Komentar