Selasa, 17 April 2018

Estetika dalam Karya Komunikasi Visual

Dalam membuat suatu karya seni sangat diperlukan adanya estetika. Tidak terkecuali untuk menghasilkan suatu karya dalam bentuk komunikasi visual. Komunikasi visual merupakan penyampaian serangkaian informasi atau pesan yang hanya dapat ditangkap oleh indra penglihatan. Fungsi utama dari media penyampai pesan adalah pemerhati dapat mengerti isi dari pesan atau informasi yang disampaikan, namun juga dengan adanya estetika di dalamnya maka pemerhati tersebut akan lebih menyukai penampakannya kemudian diharapkan lebih memahami isi pesan tersebut lebih mendalam.

Teori amat.... : p

Heheheheeee, yang jelas karena visual itu adalah hubungannya dengan
indra penglihatan alias mata maka yang indah-indah lah yang lebih disukai.

Pengertian Estetika 

Estetika berasal dari bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike, (baca saja estetika ....).
Kali pertama digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan. 
Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. 
Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. 

Dalam prosesnya Munro mengatakan bahwa estetika adalah cara merespon terhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera, tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman, imajinasi, dan emosi. Ilmu estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan. Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya. Estetika dalam kontek penciptaan menurut John Hosper merupakan bagian dari filsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan karya yang indah.

Nah yang jelas indah....

Mengapa harus estetika?

  1. Pertama, karena karya-karya seni dan desain yang alami maupun yang buatan begitu berharga sehingga dipelajari ciri-ciri khasnya demi karya seni dan desain itu sendiri 
  2. Kedua, ia mesti berpendapat bahwa pengalaman estetika (pengalaman mengenai karya seni dan desain) itu begitu berharga baik untuk kelompoknya maupun masing-masing anggotanya sehingga karya seni dan desain itu mesti dipelajari 
  3. Ketiga, mungkin dikira bahwa pengalaman ini begitu bernilai pada dirinya sendiri sehingga membutuhkan pengujian dan penelitian mengenai kualitaskualitas karya seni dan desain itu 
Estetika merupakan pengetahuan yang mempelajari dan memahami melalui pengamatan hal ikhwal keindahan baik pada obyek maupun subyek atau pencipta dan pengamatan melalui proses kreatis dan fisolofis. Pada masa kini estetika bisa berarti tiga hal, yaitu: 
  1. Studi mengenai fenomena estetis 
  2. Studi mengenai fenomena persepsi 
  3. Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis

Tema fungsi desain 

1. Rasional Media yang mengarah ke rasional yang berfokus pada praktek, fungsi, atau kebutuhan masyarakat, akan memberikan tekanan atau manfaat baginya untuk menerima berita yang diinformasikan / dikomunikasikan.
contoh gambar:

2. Humor atau jenaka Penampilan humor atau jenaka merupakan strategi mencapai sasaran komunikasi grafis komunikasi untuk memicu perhatian terhadap yang dikomunikasikan
contoh gambar: 

3. Rasa takut Rasa takut lebih efektif digunakan untuk memperbaiki motivasi
Tujuan :
 Mengindentifikasi konsekuensi negatif jika menggunakan produk.
 Mengidentifikasi konsekuensi negatif terhadap perilaku yang tidak aman, misalnya minum-minuman keras, merokok, menilpon sambil nyetir mobil, merusak lingkungan, dan sebagainya
contoh gambar:


4. Patriotik Tampilan visual patriotik (hero) kadang dihadirkan untuk menambah rasa kepercayaan masyarakat terhadap berita yang diinformasikan / dikomunikasikan.
contoh gambar: 

5. Kesalahan Tujuan media yang bersifat kesalahan ini agar audience (masyarakat) yang melihatnya/ membacanya bisa memperbaiki adegan/ berita kesalahan yang diinformasikan/dikomunikasikan.
contoh gambar: 

0 komentar:

Posting Komentar